Saturday, February 21, 2026

Bersyukur atas Pengalaman Buruk


 

"Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" - 2 Korintus 1: 9. 


Pexels.com


Bersyukur atas Pengalaman Buruk

Bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Rasul Paulus bersyukur atas pengalaman buruk dan berat yang dialami. Ayat 9 menjelaskan bahwa pengalaman itu seperti dijatuhi hukuman mati. Sangat berat dirasakan. Tetapi Rasul Paulus tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi dia berserah kepada Tuhan. 

Memang disaat kita menjalani proses yang sulit ini, ada begitu banyak tekanan dan beban yang menindih kita. Mempersalahkan diri sendiri dan orang lain atas apa yang telah terjadi, membuat kita kehilangan nafsu makan, sulit tidur, kesulitan berinteraksi dengan orang lain, dan menyebabkan stress. 

Tetapi sebagaimana Rasul Paulus, setelah melewati perjalanan yang begitu berat, Rasul Paulus mendapatkan kekuatan baru dan menghibur orang-orang yang sedang menjalani hal buruk dalam hidup mereka. Kita bisa memberikan penghiburan dan kekuatan kepada saudara-saudara kita karena kita memahami benar perjalanan yang mereka lalui, karena kita sudah melewatinya.  

Kita sebagai orang percaya dan beriman kepada Tuhan meyakini bahwa kita pasti bisa melewati pengalaman buruk ini jika kita berjalan bersama dengan Tuhan. Bahkan semua proses berat itu menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya, dan mampu menguatkan dan menghibur saudara-saudara kita. 

Pengalaman buruk membuat kita bertumbuh, dan membuat kita tahan uji. Disaat inilah kita membuktikan iman yang kita miliki adalah iman yang sejati, sehingga ungkapan syukur akan kita sampaikan tidak hanya lewat mulut tapi lewat hati kita. 

Marilah kita selalu bersyukur dalam setiap keadaan hidup kita, diaat senang maupun sulit. Amin. 

Refleksi dari 2 Korintus 1: 1-11 oleh Meist

(Dengarkan podcastnya disini)

 


No comments:

Post a Comment