"Bahkan
kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu
terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi
hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati" - 2 Korintus 1: 9.
![]() |
| Pexels.com |
Bersyukur atas Pengalaman Buruk
Bacaan hari ini menggambarkan bagaimana Rasul Paulus bersyukur atas pengalaman buruk dan berat yang dialami. Ayat 9 menjelaskan bahwa pengalaman itu seperti dijatuhi hukuman mati. Sangat berat dirasakan. Tetapi Rasul Paulus tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi dia berserah kepada Tuhan.
Memang disaat kita
menjalani proses yang sulit ini, ada begitu banyak tekanan dan beban yang
menindih kita. Mempersalahkan diri sendiri dan orang lain atas apa yang telah
terjadi, membuat kita kehilangan nafsu makan, sulit tidur, kesulitan
berinteraksi dengan orang lain, dan menyebabkan stress.
Tetapi sebagaimana Rasul Paulus, setelah melewati perjalanan yang begitu berat, Rasul Paulus mendapatkan kekuatan baru dan menghibur orang-orang yang sedang menjalani hal buruk dalam hidup mereka. Kita bisa memberikan penghiburan dan kekuatan kepada saudara-saudara kita karena kita memahami benar perjalanan yang mereka lalui, karena kita sudah melewatinya.
Kita sebagai orang
percaya dan beriman kepada Tuhan meyakini bahwa kita pasti bisa melewati
pengalaman buruk ini jika kita berjalan bersama dengan Tuhan. Bahkan semua
proses berat itu menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya, dan mampu
menguatkan dan menghibur saudara-saudara kita.
Pengalaman buruk membuat kita bertumbuh, dan membuat kita tahan uji. Disaat inilah kita membuktikan iman yang kita miliki adalah iman yang sejati, sehingga ungkapan syukur akan kita sampaikan tidak hanya lewat mulut tapi lewat hati kita.
Marilah kita
selalu bersyukur dalam setiap keadaan hidup kita, diaat senang maupun sulit.
Amin.
Refleksi dari 2 Korintus 1: 1-11 oleh Meist.
(Dengarkan
podcastnya disini)


