Thursday, April 11, 2024

Indonesian: Hati Bapa

"Yesus bukan dari dunia ini"

Maka kata Yesus : " Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri , tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. " - Yohanes 8:28-29.

Pexels.com


Teman-temanku seiman dalam Yesus Kristus, kita semua tahu bahwa Yesus selalu melakukan kehendak Bapa-Nya. Yesus mematuhi kehendak Bapa-Nya sampai mati di kayu salib. Pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan seluruh dunia menjadi makin jelas. Selama masa hidup Yesus di dunia, hanya sedikit orang yang mengenal siapa Dia sebenarnya. Kebanyakan orang Yahudi tidak percaya bahwa Dia adalah juruselamat. Yesus bukanlah seorang penyelamat yang mereka harapkan. Hal ini dikarenakan Yesus tidak datang ke dunia untuk menggenapi pengharapan mereka (orang-orang Yahudi) tetapi untuk menggenapi kehendak Bapa-Nya.

Yesus berbicara dan melakukan hal-hal sesuai dengan perintah yang diberikan Bapa kepada-Nya. Bapa selalu hadir bersama Dia. Yesus memperjelas bahwa alasan mengapa Bapa tidak meninggalkan-Nya sendiri karena Dia selalu berusaha melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Bapa-Nya. Yesus sudah membayar harga yang mahal.

Kita dapat belajar dari kehidupan Yesus bahwa kita perlu menyenangkan hati Bapa dan bukan hati manusia, kita perlu menggenapi kehendak Tuhan dan bukan kehendak kita, kita tidak perlu hidup menurut tuntutan orang lain, kita perlu berkorban untuk memenuhi kehendak Tuhan. Marilah kita meniru guru besar kita yang telah menunjukkan kepada kita hal yang terbaik. Amin.

Refleksi Yohanes 8:12-30 oleh Fr. George Joseph SVD

(Dengarkan podcastnya disini)

No comments:

Post a Comment