Demikianlah hendaknya orang memandang kami sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah – 1 Korintus 4: 1
![]() |
| Pexels.com |
Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus tentang bagaimana seharusnya mereka memandang para pelayan Tuhan, bukan sebagai tokoh yang dipuja atau dipertentangkan, tetapi sebagai hamba Kristus yang dipercayakan untuk mengelola rahasia Allah. Ataupun sebalikny ketika kita menjadi pelayan Tuhan, jangan pernah mengharapkan untuk dipuja atau dinomor satukan. Kita harus mengingat hakikat pelayanan yang sesungguhnya.
Paulus menegaskan bahwa kesetiaan adalah ukuran utama dari seorang pelayan Tuhan. Bukan popularitas, bukan kemampuan retorika, tetapi kesetiaan kepada tugas yang dipercayakan Allah. Bahkan Rasul Paulus sendiri mengatakan bahwa ia tidak menghakimi dirinya sendiri, sebab hanya Tuhan yang benar-benar mengetahui motivasi dan hati manusia.
Pelayan Tuhan ialah melakukan pelayanan kepada jemaat, dan jangan kita sebagai jemaat menilai penampilan luar yaitu bagaimana kemampuan berbicara ataupun status mereka. Kesetiaan dalam pelayanan ialah hal yang utama. Apapun tugas yang Tuhan percayakan untuk kita lakukan, yang dinilai ialah kesetiaan kita dalam melakukan setiap tugas itu. Bukan seberapa pintarnya kita berbicara saat mengajar atau saat berdoa, atau seberapa terkenalnya kita dalam pelayanan. Inti dalam setiap pelayanan ialah Tuhan itu sendiri, bukan pribadi-pribadi tertentu. Kita tidak boleh "melampaui yang ada tertulis" dengan menempatkan manusia lebih tinggi daripada seharusnya.
Marilah kita setia dalam setiap tugas dan pelayanan yang Tuhan percayakan. Jangan berfokus untuk mendapatkan pujian dari manusia, melainkan berfokus untuk menyenangkan hati Tuhan. Amin.
Refleksi dari 1 Korintus 4: 1-6 oleh Meist

No comments:
Post a Comment